-->

Ketika gadis minta nikah. Bagaimanakah cara mengutarakan kepada kedua orang tuanya?

Gadis minta nikah -  Menikah adalah hak setiap manusia. Setiap manusia sudah memiliki jodohnya masing-masing, tinggal menuggu waktu, usaha dan berdoa saja agar mendapat pasangan yang baik dan benar menurut agama. Pria minta nikah itu sudah lumrah. Ketika pria menyampaikan keinginan menikah kepada orang tuanya, itu hal biasa dan tidak asing untuk didengar. Tapi bagaimana jika terdapat wanita atau gadis yang meminta untuk menikah kepada kedua orang tuanya? Dan bagaimana cara mengutarakannya? Pasti wanita atau gadis tersebut akan merasa malu ketika ingin menyampaikan isi hati kepada kedua orang tuanya. Karena dalam hal menyampaikan perasaan atau keinginan, seorang wanita pastilah malu. Apalagi mengutarakan isi hatinya yang ingin menikah kepada kedua orang tuanya. Mengenai ingin nikah ada yang bertanya mengenai perihal seperti itu. Pertanyaannya adalah sebagai berikut:
Bagaimanakah caranya apabila seorang gadis akan mengutarakan keinginannya untuk menikah kepada kedua orang tuanya?
Jawaban:
Anak gadis minta nikah
Ketika gadis minta nikah. Bagaimanakah cara mengutarakan kepada kedua orang tuanya?
Gambar hanya ilustrasi | Sumber gambar: Google.com

Ungkapan yang baik ketika gadis minta nikah


Mengenai pertanyaan seperti diatas, ada yang berpendapat, bahwa dengan isyarat orang tua akan tahu maksud anaknya yakni keinginan untuk menikah. Selain itu, ada yang berpendapat juga dengan cara berterus-terang kepada kedua orang tuanya. Tetapi untuk yang terakhir itu jarang sekali seorang gadis mau berterus-terang kepada kedua orang tuanya. Maka dari itu, seorang bapak dituntut untuk selalu cerdas dan mengawasi tingkah laku anak gadisnya, apalagi anaknya itu sudah berumur (maksudnya adalah sudah waktunya untuk menikah).

Misalnya saja pada kisah Nabi Musa. Pada suatu waktu Nabi Musa a.s menolong dua orang gadis dengan memberi minum kepada ternak mereka. Setelah itu kedua gadis tersebut pulang dan Nabi Musa a.s kembali berteduh dibawah pohon. Tak lama kemudian salah satu gadis itu berjalan dan menghampiri Nabi Musa a.s dengan wajah menunduk serta terlihat malu-mau, seraya berkata: "Bapakku telah memanggilmu dan membalas kebaikanmu yang telah memberi minum ternak kami."

Setelah itu Nabi Musa a.s datang untuk memenuhi undangan tersebut dan akhirnya bertemu dengan ayah dari 2 anak gadis tersebut. Kemudian Nabi Musa a.s dihadapkan ke bapaknya dan si gadis berkata: "Ya bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja dengan kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik untuk bekerja dengan kita ialah yang kuat lagi dapat dipercaya". 

Mendengar perkataan anak gadisnya tersebut, ayah dari anak gadis itu paham maksud perkataan anaknya, kemudian ia langsung berkata kepada Nabi Musa a.s: "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini dengan syarat bahwa kamu bekerja denganku selama delapan bulan."

Jika dilihat dari kisah di atas, jelas bahwa orang tua itu harus paham apabila mempunyai anak gadis yang usianya sudah cukup untuk dinikahkan. Selain itu juga orang tua harus memperhatikan tingkah laku anak gadisnya dengan seksama. Jika tingkah laku anak gadisnya mulai mencurigakan, maka orang tua harus hati-hati dan waspada. Bila perlu orang tua mendekati secara pelan-pelan dan menanyakan secara langsung kepada si anak. Tetapi jarang sekali terdapat orang tua yang memahami maksud si anak dan kadang-kadang si anak usianya sudah lebih atau orang jawa menyebutnya perawan tua belum juga orang tua mencarikan jodoh untuknya. Sedangkan si anak sudah ingin dinikahi,

Orang tua juga mempunyai peranan dalam menentukan jodoh si anak, karena demi masa depan si anak sendiri. Dalam hal ini si anak gadis atau janda juga mempunyai hak untuk menentukan jodohnya dan berhak untuk menerima atauapun menolak calon suami yang di pilihkan oleh kedua orang tuanya. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah:
Seorang wanita datang kepada Nabi Muhammad dan mengeluh bahwa ayahnya akan mengawinkan dirinya dengan anak pamannya tanpa persetujuannya. Kemudian Nabi Muhammad menyuruh untuk memilih, menerima ataupun menolak. Mendengar tawaran dari Rasulullah itu wanita berkata, "Ya Rasulullah, tidak mengapa aku menuruti ayah dan menyetujui keinginan ayahku itu. Saya hanya ingin memberitahu kepada kaumku, bahwa para orang tua tidak berhak memaksa anak-anak gadisnya." (H.R An-Nasa'i)
Ada juga hadits Bukhari yang menjelaskan perihal seorang ayah tidak boleh menikahkan anak gadisnya ataupun janda kecuali dengan keridhaannya. Haditsnya seperti berikut:
Diriwatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Janda tidak boleh dinikahkan kecuali setelah diminta persetujuannya terlebih dahulu, dan seorang gadis tidak boleh dinikahkan kecuali diminta izinnya terlebih dahulu." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana izinnya itu?." Beliau bersabda: "Diamnya berarti setuju." (H.R Bukhari BAB 14: Pernikahan, nomor 1848)
Diriwayatkan dari 'Aisyah r.a bahwa dia berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah, sesungguhnya gadis perawan itu sangat pemalu", Rasulullah bersabda, "Diamnya pertanda setuju." (H.R Bukhari BAB 14: Pernikahan, nomor 1849)
Diriwayatkan dari Khansa' binti Khidam al-Anshar bahwa ayahnya menikahkan dirinya, sementara dirinya seorang janda. Khansa' tidak menerima pernikahan tersebut. Lalu dia mengadukannya kepada Rasulullah dan beliau membatalkan pernikahan tersebu. (H.R Bukhari BAB 14: Pernikahan, nomor 1850)
Jadi kesimpulannya adalah ketika anak gadis ingin menikah maka cara mengutarakannya ada dua cara, yaitu:
  1. Menyampaikan dengan cara isyarat atau menggunakan kalimat yang tidak langsung kepada tujuan.
  2. Menyampaikan dengan cara berterus-terang.
Orang tua dituntut untuk cerdas dan peka terhadap keinginan anak gadisnya yang ingin menikah ketika sudah cukup umurnya.

Dan kamu, termasuk type yang mana? Secara terus-terang ataukah dengan cara memberi isyarat?
Load comments

0 Response to "Ketika gadis minta nikah. Bagaimanakah cara mengutarakan kepada kedua orang tuanya?"

Post a Comment

Peraturan berkomentar:
1. Dilarang berkomentar dengan link aktif.
2. Dilang mempromosikan barang atau jasa.
3. Dalam berkomentar gunakan bahasa yang sopan.
4. No SARA.

Jangan lupa untuk membagikan artikel dalam blog ini kepada teman-teman. Terima kasih sudah berkunjung.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel